Konferensi Komite Sentral ke-2 Bahas Penunjukan Kepemimpinan dan Pembangunan Negara
Isu Nasional - Pada pagi hari tanggal 23 Maret, Konferensi ke-2 Komite Sentral ke-14 Partai Komunis Vietnam dibuka di Hanoi. Konferensi ini diadakan segera setelah pemilihan anggota Majelis Nasional ke-16 dan perwakilan Dewan Rakyat di semua tingkatan untuk periode 2026-2031 berjalan sukses.
Sekretaris Jenderal To Lam memimpin Sidang Pleno ke-2 Komite Sentral ke-14. Dalam Sidang Pleno tersebut, Komite Sentral ke-14 Partai mempertimbangkan, membahas, dan memutuskan banyak isu penting yang mendasar bagi keberhasilan pelaksanaan Resolusi Kongres Partai ke-14, yang secara langsung berkaitan dengan kualitas kepemimpinan, tata kelola, dan kapasitas perjuangan Partai.
Para delegasi menyetujui agenda untuk Sidang Pleno ke-2 Komite Sentral ke-14. Kali ini, Komite Sentral juga membahas isu-isu terkait efektivitas dan efisiensi seluruh sistem politik; dan isu-isu terkait pembangunan negara yang cepat dan berkelanjutan pada periode 2026-2031 dan seterusnya.
Mungkin Anda juga suka
Dalam sambutan pembukaannya, Sekretaris Jenderal To Lam menekankan bahwa isu-isu yang dibahas dan diputuskan pada Konferensi Komite Sentral ke-2 merupakan "kerangka hukum," "aturan operasional," "prinsip disiplin," dan "standar tindakan" untuk mempraktikkan Resolusi Partai, menciptakan landasan yang kokoh untuk mewujudkan dua tujuan strategis 100 tahun bangsa.
Konferensi ini akan membahas program kerja penuh waktu Komite Sentral Partai ke-14; peraturan kerja Komite Sentral, Politbiro, dan Sekretariat; peraturan tentang pelaksanaan Piagam Partai; peraturan tentang inspeksi, pengawasan, dan disiplin Partai; peraturan kerja Komite Inspeksi Pusat; dan peraturan tentang kerja politik dan ideologis di dalam Partai.
Sekretaris Jenderal To Lam menekankan bahwa isu-isu yang perlu dibahas dalam Konferensi Komite Sentral ke-2 sangat banyak, luas, dan sulit; semuanya adalah hal-hal yang harus dilakukan segera dan tidak dapat ditunda.
Pada konferensi tersebut, Komite Sentral juga akan membahas rangkuman beberapa resolusi utama Komite Sentral tentang inspeksi dan pengawasan, tentang pencegahan dan pemberantasan korupsi, pemborosan, dan fenomena negatif; serta mempertimbangkan pekerjaan kepegawaian untuk kepemimpinan lembaga-lembaga negara untuk periode 2026-2031.
Pertemuan Komite Sentral ini juga memberikan masukan mengenai rencana pembangunan sosial-ekonomi lima tahun 2026-2031, rencana keuangan nasional, rencana investasi publik jangka menengah 2026-2031, dan beberapa isu penting lainnya.
Menurut program tersebut, konferensi akan berlanjut hingga 27 Maret. Isi Konferensi Komite Sentral ke-2, menurut Sekretaris Jenderal, bukan hanya pekerjaan Partai tetapi juga pekerjaan negara, bangsa, dan rakyat. Isinya juga mencakup keputusan-keputusan yang berkaitan dengan kualitas lembaga, kualitas aparatur, kualitas kader, kualitas pemerintahan, dan kualitas pembangunan nasional di era baru.
Foto: Pham Thang




