Pengarusutamaan Gender Jadi Fokus Utama Pembangunan SDM di Sekadau
Sumber Foto: Pontianak Post
Isu Utama

Pengarusutamaan Gender Jadi Fokus Utama Pembangunan SDM di Sekadau

SEKADAU – Ingin adanya persamaan gender dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), Plh Bupati Sekadau, Frans Zeno mengatakan bahwa isu gender merupakan salah satu isu utama dalam pembangunan, khususnya pembangunan SDM. Hal ini diungkapnya pada Sosialisasi Kebijakan Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) termasuk Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) di Kabupaten Sekadau Tahun 2021 di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Sekadau, Selasa (23/3).

“Walaupun sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan penguatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender, namun masih ada kesenjangan antara perempuan dan laki-laki,” ucap Zeno.

Selain itu, menurutnya, permasalahan paling mendasar dalam upaya peningkatan kualitas hidup perempuan adalah pendekatan pembangunan yang belum mengakomodir tentang pentingnya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam mendapatkan akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat pembangunan. “Pengarusutamaan gender dalam pembangunan merupakan strategi mengintegrasikan perspektif gender dalam pembangunan yang dimulai dari proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan serta pemantauan dan evaluasi kegiatan pembangunan,” jelas Zeno.

“Saya berharap, melalui kegiatan ini agar dapat lebih meningkatkan pemahaman dan pengetahuan para Kepala SKPD dan penanggungjawab perencanaan di satuan kerja perangkat daerah, sehingga saat pelaksanaan penyusunan perencanaan program dan kegiatan sudah menerapkan pendekatan yang memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Sekadau, Afronius Akim Sehan mengungkapkan maksud dan tujuan dari kegiatan ini. Mereka ingin memastikan laki-laki dan perempuan memperoleh akses terhadap sumber daya, partisipasi, dan kontrol yang sama dalam pengambilan keputusan serta manfaat yang sama dari semua bidang pembangunan.

“Saya memberi respons positif dengan dilaksanakannya kegiatan ini, momen ini tidak hanya sekadar pendidikan dan pelatihan,” ungkap Afron. “Tetapi juga memberikan penyadaran kepada kita akan arti penting terbangunnya komitmen dan sinergitas untuk menyusun rencana kegiatan anggaran yang dapat memberikan dampak yang adil bagi laki-laki dan perempuan,” timpalnya.

Hadir pada kegiatan perwakilan Bappeda Provinsi Kalimantan Barat, Perwakilan Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat, serta para Camat dan Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sekadau. (var)