Pertemuan Trump dan Netanyahu: Isu Nuklir Iran dan Keamanan Gaza Jadi Fokus Utama
Sumber Foto: Serambinews.com
Isu Utama

Pertemuan Trump dan Netanyahu: Isu Nuklir Iran dan Keamanan Gaza Jadi Fokus Utama

Trump dan Netanyahu Bertemu, Isu Nuklir Iran dan Gaza Jadi Pembahasan Utama?

SERAMBINEWS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pada Rabu (11/2/2026).

Di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan pembicaraan nuklir Iran yang memasuki fase krusial.

Pertemuan ini berlangsung saat Amerika Serikat dan Iran kembali melakukan negosiasi untuk membatasi program senjata nuklir Teheran.

Dilansir melalui BBC News (11/2/2026), Netanyahu diperkirakan akan mendorong Trump agar mengambil sikap tegas, termasuk menghentikan pengayaan uranium Iran serta membatasi dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok proksi seperti Hamas dan Hizbullah.

“Saya akan menyampaikan kepada presiden pandangan kami mengenai prinsip-prinsip negosiasi ini,” ujar Netanyahu kepada wartawan sebelum bertolak ke Amerika Serikat.

Di sisi lain, Iran menegaskan tidak akan membatasi pengayaan uranium selama negara-negara Barat belum mencabut sanksi ekonomi yang dinilai sangat membebani perekonomian mereka.

Kunjungan ini merupakan perjalanan keenam Netanyahu ke AS sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden, menjadikannya pemimpin dunia yang paling sering bertemu langsung dengan Trump.

Netanyahu dikenal sebagai sekutu dekat Trump dan telah lama menyebut Iran sebagai ancaman keamanan eksistensial bagi Israel.

Dalam pernyataannya, kantor Netanyahu menegaskan bahwa Israel menginginkan kesepakatan nuklir yang juga mencakup pembatasan rudal balistik Iran serta penghentian dukungan terhadap jaringan sekutu Iran di kawasan.

Pertemuan ini terjadi saat Amerika Serikat meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah.

Trump sebelumnya menyatakan sedang mempertimbangkan pengiriman kelompok serang kapal induk kedua ke kawasan tersebut.

Saat ini, kapal induk USS Abraham Lincoln telah berada di wilayah Timur Tengah sejak bulan lalu.

“Kita memiliki armada yang sedang menuju ke sana dan armada lain mungkin akan menyusul,” kata Trump dalam wawancara dengan Axios.

Meski demikian, Trump menyebut Iran masih membuka peluang diplomasi dan disebutnya “sangat ingin mencapai kesepakatan”.