Prabowo Janji Pangkas Anggaran Seremonial dan Kunjungan Tak Relevan
MERAHPUTIH.COM - PRESIDEN Prabowo Subianto memamerkan pencapaiannya menghemat anggaran negara pada tahun pertama pemerintahannya di depan para pengusaha Amerika Serikat di Washington DC, Rabu (18/2). Prabowo mengklaim negara berhasil menghemat anggaran lebih dari USD 18 miliar atau Rp 304,79 triliun (asumsi kurs Rp 16.933/dolar AS).
Di dalam acara yang diikuti pengusaha AS itu, Prabowo bercerita bagaimana pemerintahan yang dipimpinnya melakukan efisiensi anggaran. Mulai dari meniadakan acara-acara yang hanya bersifat seremonial atau perayaan yang tidak memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat.
"Setiap institusi pemerintah menghabiskan cukup banyak uang untuk upacara atau seremonial. Jika itu merupakan budaya, kami harus mengakui bahwa itu kelemahan," terang Prabowo dikutip Kamis (19/2).
Prabowo mencontohkan, selama ini banyak kegiatan seremonial di pemerintahan Indonesia yang cenderung tak mendesak dilakukan. Salah satu contohnya ialah menghabiskan banyak uang untuk hari ulang tahun di level kementerian, provinsi sampai kabupaten/kota.
"Bisa Anda bayangkan berapa ratus upacara yang kami adakan setiap minggu dan setiap bulan di seluruh Indonesia? Jadi saya batalkan saja itu semua. Saya katakan ulang tahun cukup dirayakan di dalam kantor, mungkin dengan makan siang kecil atau makanan bungkus saja, untuk menjaga rasionalitas," sambungnya.
Selain itu, pemerintahannya saat ini juga sangat membatasi kunjungan-kunjungan atau dinas ke luar negeri yang tidak relevan. Dalam beberapa kasus, menurutnya, kunjungan ke luar negeri bahkan sangat tidak rasional dan tidak memberikan hasil apa pun. Ia menceritakan pernah ada tim studi banding suatu lembaga negara yang mempelajari penanggulangan kemiskinan di Australia. Lucunya, saat mereka mengirim tim ke sana, Australia sedang merayakan musim Paskah. Orang Australia sedang libur, jadi tidak ada orang yang bisa diajak diskusi. Ada juga tim studi banding ke Jepang sekitar 20 Desember saat masa Natal.
"Hal-hal seperti ini terjadi, dan saya bertekad untuk bersikap rasional. Kami pangkas semua,'' tutur Prabowo.
Untuk itu, Prabowo menyampaikan kembali tekadnya untuk terus melanjutkan proses efisiensi selama masa pemerintahannya. Meski begitu, dalam pelaksanaannya, masih ada sejumlah pihak yang tidak senang dengan langkah tersebut.
"Memang tidak mudah di awal. Bahkan ada demonstrasi yang menentang saya. Tapi menurut saya, itu mungkin pertama kalinya dalam sejarah dunia, ada demonstrasi yang menentang efisiensi pemerintah," ujarnya.




