Ahmad Doli Kurnia Tandjung: HMI Harus Lahirkan Kader Berkapasitas
Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI dan Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menekankan pentingnya kaderisasi sebagai jantung organisasi saat menghadiri pembukaan Training Raya HMI Cabang Bantaeng di Sulawesi Selatan pada Senin (15/6/2026).
Kegiatan tersebut menggabungkan Latihan Kader II (LK II) dan Latihan Khusus Kohati (LKK) dengan tema "Meretas Episteme HMI dalam Simulakra Geostrategi Indonesia." Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Bupati Bantaeng dan Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Ahmad Doli menekankan perlunya penguatan tradisi intelektual dan kaderisasi di HMI untuk menjawab tantangan kebangsaan yang semakin kompleks. Ia berpendapat bahwa HMI harus terus melahirkan kader-kader yang berkapasitas dalam keilmuan, kepemimpinan, dan komitmen kebangsaan yang kuat.
Rangkaian kegiatan LK II ini berlangsung hingga larut malam, mencerminkan semangat belajar dan militansi para peserta. Ahmad Doli bahkan mencatat bahwa saat dirinya memberikan materi, waktu telah memasuki hari berikutnya, menunjukkan dedikasi tinggi dari para kader HMI.
Ahmad Doli, sebagai bagian dari keluarga besar KAHMI, menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan proses kaderisasi. Ia menyampaikan pesan kepada semua kader dan alumni agar tidak membiarkan proses kaderisasi di HMI terhenti. "Kaderisasi adalah jantung organisasi yang harus terus dijaga dan diperkuat," ujarnya.
Training Raya HMI Cabang Bantaeng diharapkan dapat menjadi ruang untuk penguatan kapasitas kader sekaligus sarana konsolidasi pemikiran dalam menghadapi tantangan kebangsaan dan geostrategi Indonesia di masa depan. Dengan demikian, kaderisasi dapat terus berlangsung dan HMI tetap relevan dalam menjawab isu-isu yang dihadapi bangsa.




