Iran Usulkan Peta Jalan Perdamaian dengan AS Meliputi Isu Nuklir dan Selat Hormuz
Sumber Foto: VIVA Jakarta
Peta Isu

Iran Usulkan Peta Jalan Perdamaian dengan AS Meliputi Isu Nuklir dan Selat Hormuz

Isu Nasional - Pemerintah Iran mengungkapkan rincian proposal kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat (AS), yang mencakup isu sanksi ekonomi, program nuklir, dan pengaturan keamanan di Timur Tengah.

Awal Kejadian

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menjelaskan bahwa rancangan kesepakatan yang dikenal sebagai Nota Kesepahaman Islamabad ini bertujuan untuk menjadi fondasi bagi perjanjian damai yang lebih komprehensif antara kedua negara. Ia menyatakan bahwa kesepakatan ini tidak hanya berfokus pada hubungan Iran dan AS, tetapi juga mempertimbangkan dampak konflik di wilayah lain, termasuk Lebanon.

Perkembangan

Araghchi menyampaikan bahwa nota kesepahaman ini berisi prinsip-prinsip dasar yang harus dipatuhi oleh kedua belah pihak, seperti komitmen untuk tidak memulai perang, tidak mengancam penggunaan kekuatan, dan tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing. Ia menekankan bahwa untuk pertama kalinya dalam 47 tahun, AS secara eksplisit mengakui kedaulatan Republik Islam Iran. Selain itu, Iran menegaskan bahwa penyelesaian konflik juga harus mencakup situasi di Lebanon, dengan penarikan pasukan Israel dari wilayah yang diduduki sebagai bagian dari proses perdamaian.

Negosiasi Dibagi Dua Tahap

Proses diplomatik ini direncanakan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama akan melibatkan penandatanganan Nota Kesepahaman Islamabad sebagai kerangka dasar penghentian konflik. Tahap kedua akan mencakup negosiasi lebih kompleks mengenai isu-isu strategis yang menjadi sumber ketegangan antara Teheran dan Washington, termasuk pencabutan sanksi ekonomi dan pengayaan uranium.