Peta Transaksi Afiliasi Emiten Sawit di Tengah Isu Under-Invoicing
Isu Nasional - Munculnya isu dugaan praktik under-invoicing dan transfer pricing di industri minyak sawit mentah telah menarik perhatian pada transaksi afiliasi sejumlah emiten sawit besar.
Awal Kejadian
Isu ini mencuat seiring dengan laporan dari lembaga riset NEXT Indonesia Center yang mencatat emiten sawit dengan porsi transaksi kepada pihak berelasi terbesar sepanjang 2025, dengan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) sebagai pemimpin.
Perkembangan
Analis NEXT Indonesia Center, Sandy Pramuji, menyatakan bahwa transaksi afiliasi merupakan praktik umum dalam kelompok usaha terintegrasi dan tidak dilarang oleh regulasi. Namun, ia menekankan pentingnya transparansi dan pembuktian bahwa transaksi dilakukan secara wajar, terutama ketika proporsi transaksi afiliasi meningkat terhadap penjualan perusahaan.
Berdasarkan kajian terhadap laporan tahunan dan laporan keuangan 2025 dari 10 emiten sawit terbesar di Bursa Efek Indonesia, LSIP tercatat memiliki pendapatan dari pihak berelasi mencapai Rp3,6 triliun, atau 64,49% dari total penjualannya, sebagian besar dilakukan dengan PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP).
Di posisi kedua, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) membukukan transaksi kepada pihak berelasi senilai Rp43,3 triliun, mewakili 49,79% dari total penjualan bersih 2025, dengan rincian penjualan domestik sebesar Rp11,4 triliun dan ekspor Rp31,9 triliun.
SIMP menempati urutan ketiga dengan nilai transaksi afiliasi mencapai Rp8,3 triliun, atau 39,45% dari total penjualannya, sebagian besar dilakukan dengan perusahaan dalam ekosistem Grup Indofood. PT Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA) juga tercatat memiliki transaksi kepada pihak berelasi sebesar Rp7,7 triliun, sekitar 33,57% dari total penjualan 2025.
Kondisi Terakhir
Sandy menambahkan bahwa tingginya transaksi afiliasi tidak selalu menunjukkan pelanggaran hukum atau penyimpangan bisnis, dan penilaian harus dilakukan berdasarkan harga, mekanisme, dan syarat transaksi yang diterapkan oleh masing-masing perusahaan.




